Klasifikasi dan Kriteria Mutu Air (Kelas Air)

Dalam lingkungan sekitar kita ada berbagai macam air, mulai dari air sungai, air laut, air danau, air hujan, air limbah, hingga air minum. Air tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan yang dapat kita golongkan baik dari wujudnya, kualitasnya, atau sumber darimana air itu berasal. Oleh karena itu pemerintah Indonesia menggolongkan mutu air menjadi 4 kelas berdasarkan fungsinya. Hal ini tertulis dalam PP Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Setiap kelas mempunyai fungsi untuk dapat digunakan pada kegiatan tertentu.
Berikut adalah kelas air berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2001

Jenis Kelas

Kriteria Peruntukkan

Kelas I

Air yang dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

Kelas 2

Air yang dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

Kelas 3

Air yang dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

Kelas 4

Air yang dapat digunakan untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

Untuk menentukan kelas air terdapat beberapa tolok ukur atau parameter yang dikelompokkan menjadi 5 golongan. Berikut adalah parameter yang ada pada setiap kelas air.

PARAMETER

SATUAN

KELAS

KETERANGAN

I

II

III

IV

 

FISIKA

Temperatur

C

Deviasi 3

Deviasi 3

Deviasi 3

Deviasi 3

Deviasi Temperatur dari keadaan alamiah

Residu Terlarut

mg/L

1000

1000

1000

1000

 

Residu Tersuspensi

mg/L

50

50

400

400

Bagi pengolhan air minum secara konvensional Al, residu tersuspensi ? 5000 mg/L

KIMIA ANORGANIK

pH

 

6 - 9

6 - 9

6 - 9

6 - 9

Apabila secara alamiah diluar rentang tersebut, maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah

BOD

mg/L

2

3

6

12

 

COD

mg/L

10

25

50

100

 

DO

mg/L

6

4

3

0

Angka Batas Minimum

Total Fosfat sbg P

mg/L

0,2

0,2

1

5

 

NO3 sbg N

mg/L

10

10

20

20

 

NH3-N

mg/L

0,5

(-)

(-)

(-)

Bagi perikanan, kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ? 0,02 mg/L

Arsen

mg/L

0,05

1

1

1

 

Kobalt

mg/L

0,2

0,2

0,2

0,2

 

Barium

mg/L

1

(-)

(-)

(-)

 

Boron

mg/L

1

1

1

1

 

Selenium

mg/L

0,01

0,05

0,05

0,05

 

Kadmium

mg/L

0,01

0,01

0,01

0,01

 

Chrom (VI)

mg/L

0,05

0,05

0,05

0,01

 

Tembaga

mg/L

0,02

0,02

0,02

0,2

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, Cu ? 1 mg/L

Besi

mg/L

0,3

(-)

(-)

(-)

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, Fe ? 5 mg/L

Timbal

mg/L

0,03

0,03

0,03

1

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, Pb ? 0,1 mg/L

Mangan

mg/L

1

(-)

(-)

(-)

 

Air Raksa

mg/L

0,001

0,002

0,002

0,005

 

Seng

mg/L

0,05

0,05

0,05

2

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, Zn ? 5 mg/L

Chlorida

mg/L

1

(-)

(-)

(-)

 

Sianida

mg/L

0,02

0,02

0,02

(-)

 

Flourida

mg/L

0,5

1,5

1,5

(-)

 

Nitrit sebagai N

mg/L

0,06

0,06

0,06

(-)

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, NO2_N ? 1 mg/L

Sulfat

mg/L

400

(-)

(-)

(-)

 

Chlorin bebas

mg/L

0,03

0,03

0,03

(-)

Bagi ABAM tidak dipersyaratkan

Belerang sbg H2S

mg/L

0,002

0,002

0,002

(-)

 

MIKROBIOLOGI

Fecal Coliform

Jml/100 ml

100

1000

2000

2000

Bagi pengolahan air minum secara konvensional, Fecal coliform ? 2000 jml/100ml dan total coliform ? 10000 jml/100ml

Total Coliform

Jml/100 ml

1000

5000

10000

10000

RADIOAKTIVITAS

Gross - A

bg/L

0,1

0,1

0,1

0,1

 

Gross - B

bg/L

1

1

1

1

 

KIMIA ORGANIK

Minyak dan Lemak

 

1000

1000

1000

(-)

 

Detergen sbg MBAS

g

200

200

200

(-)

 

Senyawa Fenol

g

1

1

1

(-)

 

Sebagai Fenol

g

 

 

 

(-)

 

BHC

g

210

210

210

(-)

 

Aldrin / Dieldrin

g

17

 

 

(-)

 

Chlordane

g

3

 

 

(-)

 

DDT

g

2

2

2

2

 

Heptachlor dan Heptachlor epoxide

g

18

(-)

(-)

(-)

 

Lindane

g

56

(-)

(-)

(-)

 

Methoxyctor

g

35

(-)

(-)

(-)

 

Endrin

g

1

4

4

(-)

 

Toxaphan

g

5

(-)

(-)

(-)

 

Keterangan :
    mg    =    miligram                Bq       =    Bequerel
    g    =    mikrogram                MBAS    =    Methylene Blue Active Substance
    ml    =    mililiter                    ABAM    =    Air Baku Air Minum
    L    =    liter
    
    Logam berat merupakan logam terlarut
    Nilai diatas merupakan batas maksimum, kecuali untuk pH dan DO.
    Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum.
    Nilai DO merupakan batas minumum.
    Arti (-) diatas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk, parameter tersebut tidak dipersyaratkan
    Tanda (?) adalah lebih kecil atau sama dengan
    Tanda (<) adalah lebih kecil

Informasi Terbaru

Klasifikasi dan Kriteria Mutu Air (Kelas Air)

2022-02-11 10:51:50

 

Dalam lingkungan sekitar kita ada berbagai macam air mulai dari air sungai air laut air danau air hu

Beda WWTP, STP, dan WTP Dalam Pengolahan Air

2022-02-02 10:23:06

 

Limbah cair memiliki banyak sekali jenisnya begitupula dengan sistem yang digunakan untuk mengolah l

Jenis-jenis Limbah di Lingkungan Berdasarkan Wujudnya

2021-05-29 09:45:53

 

Seluruh aktivitas makhluk hidup pasti menghasilkan limbah terutama aktivitas yang dilakukan oleh man

Mengenal Regulasi Pengendalian Pencemaran Air di Indonesia

2020-11-14 09:08:24

 

Regulasi mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia merupakan hal yang pent