Ipal Domestik

Menurut SNI 6728.1:2015 tentang Penyusunan neraca spasial sumber daya alam Bagian 1: Sumber daya air, kebutuhan air bersih tiap individu mencapai 60 hingga 200 liter/hari yang bergantung pada pola hidup dan kebiasaan masyarakat dan sekitar 80% dibuang kembali ke lingkungan.

Air buangan atau air limbah domestik tersebut bersumber dari kegiatan mencuci, mandi, memasak (grey water) dan air buangan kakus (black water). Limbah cair domestik/air limbah domestik ini mengandung minyak dan lemak, pH, COD, BOD, TSS, Total Coliform, amoniak, dll yang dapat membahayakan lingkungan sekitar terutama kualitas badan air. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Peraturan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Yang menyatakan kewajiban bagi setiap usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan Air Limbah Domestik untuk melakukan pengolahan Air Limbah Domestik yang dihasilkannya sebelum dibuang ke sumber/badan air. Bagaimana cara mengolah air limbah domestik? Pengolahan air limbah domestik skala kecil dapat dilakukan dengan menggunakan tangki bioseptic. Tangki bioseptic terbuat dari bahan Fiberglass yang awet, kuat dan tahan lama, serta dilengkapi dengan proses biofilter di dalamnya.

Apabila tangki septic konvensional memiliki fungsi utama untuk menampung, maka tangki bioseptic mampu menguraikan padatan tinja sehingga air pada outlet buangan aman untuk dibuang ke badan air. Lalu bagaimana dengan air limbah domestik skala kawasan/besar? Untuk mengolah air limbah domestik skala kawasan dibutuhkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik. IPAL Domestik terdiri dari reactor utama untuk menguraikan limbah dan dilengkapi dengan unit pendukung lainnya seperti grease trap, bak ekualisasi, serta bak penampung akhir.

Grease trap atau penangkap lemak ini berfungsi memisahkan minyak dan lemak yang terdapat dalam air limbah domestik. Pemasangan unit ini berada di awal, dimana jika minyak dan lemak ini tidak dipisahkan terlebih dahulu akan menganggu sistem pengolahan selanjutnya dan juga sistem perpipaan dalam IPAL. Sistem kerjanya cukup sederhana, air limbah masuk melalui pipa inlet, kemudian dengan memanfaatkan gaya gravitasi dan juga perbedaan densitas atau massa jenis dari air dan minyak serta waktu tinggal dalam reaktor, air limbah akan membentuk lapisan-lapisan diantaranya, lapisan lemak dan minyak, lapisan air limbah, dan lapisan endapan padatan di dasar.

Ketika lapisan minyak dan lemak cukup tebal, bisa dibersihkan melalui manhole yang berada di sisi atas unit ini. Salah satu studi menyatakan unit grease trap mampu mereduksi minyak dan lemak hingga 95 % Bak ekualisasi ini berfungsi untuk menampung air dari grease trap dan untuk mengatur debit air limbah yang akan diolah serta untuk menyeragamkan konsentrasi zat pencemarnya agar homogen dan proses pengolahan air limbah dapat berjalan dengan stabil. Selain itu dapat juga digunakan sebagai bak aerasi awal pada saat terjadi beban yang besar secara tiba-tiba (shock load).

Informasi Terbaru

Klasifikasi dan Kriteria Mutu Air (Kelas Air)

2022-02-11 10:51:50

 

Dalam lingkungan sekitar kita ada berbagai macam air mulai dari air sungai air laut air danau air hu

Beda WWTP, STP, dan WTP Dalam Pengolahan Air

2022-02-02 10:23:06

 

Limbah cair memiliki banyak sekali jenisnya begitupula dengan sistem yang digunakan untuk mengolah l

Jenis-jenis Limbah di Lingkungan Berdasarkan Wujudnya

2021-05-29 09:45:53

 

Seluruh aktivitas makhluk hidup pasti menghasilkan limbah terutama aktivitas yang dilakukan oleh man

Mengenal Regulasi Pengendalian Pencemaran Air di Indonesia

2020-11-14 09:08:24

 

Regulasi mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia merupakan hal yang pent